Header Ads

KISAH SEDIH DI HARI RAYA=



Suatu hari Khalifah (kepala negara) Umar bin Abdul Aziz melihat putranya Abdul Malik sedang mengenakan pakaian usang di hari raya, lalu Khalifah pun menangis. Putranya yg melihat sang ayah menangis bertanya:

"Apa yg membuatmu menangis wahai ayahku..?

Umar menjawab:

"Wahai putraku, aku takut bila engkau keluar & bermain dengan anak-2 lain di luar sana dg hati yg hancur."

Seorang putra yg sangat berbakti itu berkata:
"Orang yg hatinya hancur adalah mereka yg bermaksiat kepada Tuhan mereka dan durhaka kepada ibu bapaknya.

Dan aku berharap agar Allah meridhaiku berkat ridhamu padaku wahai ayah.

Segera saja Umar bin Abdul Aziz memeluk erat putranya lalu mendoakannya.

Di kemudian hari, putranya tersebut menjadi seorang sangat zuhud(tidak mencintai dunia).

Di hari lain putri-putri Umar bin Abdul Aziz mengadu kepadanya:

"Ayah, besok adalah hari raya, sementara kita belum memiliki pakaian baru.

Umar berkata:

"Putri-putriku, hari raya itu bukan bagi orang yg memakai pakaian baru. Hari raya itu bagi orang yg takut akan hari kiamat."

Bendahara negara yg kebetulan melihat peristiwa mengharukan itu memberi tawaran kepada sang Khalifah:

"Wahai Amirul Mukminin, apa salahnya bila kita membayarkan gaji bulan depan anda lebih dahulu.?

Mendengar tawaran itu, Umar menatap bendahara dengan marah. Umar berkata:

"Apakah kamu mengetahui ilmu ghaib sehingga engkau tau bahwa aku masih akan hidup sehari setelah hari ini.?

Engkau benar wahai Amirul Mukminin, bahwa tak ada yg mengetahui apa yg akan terjadi esok hari. Allah azza wa jalla berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Dan tiada seorangpun dapat mengetahui (dengan pasti) apa yg akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yg dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

(QS: Luqman: 34)

Inilah sebuah kisah dari seorang Khalifah Islam yg terkenal ;Umar bin Abdul Aziz. Beliau seorang kepala negara, Presiden, beliau jangankan korupsi, berhutang untuk keperluan keluarganya yg membutuhkan pun tidak mau. Karena takutnya beliau akan dosa.

Semoga ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terlebih bgi anda yg menjadi dan yang akan menjadi pemimpin..
Posting Komentar